Senin, 29 Agustus 2011

A beginning

Nataliya's Epilogue 


It's about 9 am in Dubai.
I'm totally broken.
    Sekarang aku gak berani keluar kamar hotel, mataku bengkak, taulah kenapa. Handphone udah aku kasih ke ke Kak Yal biar aku gak bisa kelepasan buat nyalain terus malah nelpon Kevin :(. Sekarang rasanya beber-bener nyesek, aku gak ngerti cara deskripsiinnya. Yang jelas aku udah disini, selangkah lagi buat sampe di London, buat kuliah dan buat kesembuhan Oma..... Seberapa sakitnyapun sekarang dan nanti, aku bakalan usaha buat bertahan.
I'm Sorry my man, I really really ain't wanna hurt you. You know? I'm bleeding to, inside.....
Sekali lagi Maafin Liya ya, Kevin sayang.... Kalo jodoh gak lari kemana kan? Jarak ini cuma ujian, I wish.... 
I know perfectly your voice when call me with sayang, and  I guess that's words will forever be one of my favorite...
   This is life, Kevin. A decision to taken. I know it's between the right and the better one, and I choose the better one. I wish this is not a wrong decision, for me for my family, and for you Kevin. Dearest man, I've ever had.
 ***

Chapter #14 END

***


Nataliya and Her Piano Prince
-The End-




PS: Cerita ini hanyalah fiktif belaka, ditulis untuk melengkapi Chapter sebelumnya  yang di dedikasikan untuk @apriliokevinFC :)




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Thank you so much for reding mine, you definitely made my day!<3
Leave your comment, l'll give you my feedback as soon as I can.


Stay in touch, find me on IG/Twitter/Pinterest/Polyvore
@ayudamayanthi